PERBAIKAN PROSES PENGOLAHAN UMBI ILES-ILES

PERBAIKAN PROSES PENGOLAHAN UMBI ILES-ILES (Amorphophallus muelleri Blume) UNTUKĀ  AGROINDUSTRI GLUKOMANAN

Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume) menghasilkan glukomanan yang memiliki banyak manfaat. Pengolahan di Desa Klangon Kabupaten Madiun hanya sampai dengan chips dan hasilnya kurang baik, sehingga perlu perbaikan proses agar menghasilkan kualitas yang lebih baik. Pengolahan menjadi glukomanan akan meningkatkan nilai tambah dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Menganalisis penanganan pengolahan pascapanen umbi iles-iles menjadi chips kering di sentra budidaya Desa Klangon, Kabupaten Madiun, (2) Merancang metode pengeringan untuk produk chips kering iles-iles yang lebih efektif, (3) Menganalisis karakteristik tepung iles-iles berdasarkan ukuran partikel hasil pengayakan secara bertingkat, (4) Menganalisis tipe isotermis sorpsi air pada chips dan tepung iles-iles untuk menentukan batas air terikat pada produk selama pengeringan, (5) Menganalisis hubungan antara fase-fase laju pengeringan dengan fraksi air terikat, dan (6) Menganalisis biaya produksi dan nilai tambah pengolahan umbi iles-iles menjadi chips, tepung dan glukomanan.

Penelitian yang dilakukan diawali dengan identifikasi wilayah Desa Klangon Kabupaten Madiun, pengisian kuesioner oleh petani, tengkulak, dan industri ilesiles. Penelitian dilanjutkan dengan metode pengeringan dengan oven pengering dan penjemuran yang sebelumnya dilakukan perendaman chips basah, pengayakan bertingkat, penentuan isotermis sorpsi air (ISA), karakterisasi glukomanan, selanjutnya dilakukan penetapan biaya produksi dan nilai tambah glukomanan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan pascapanen umbi segar iles-iles menjadi chips kering yang dilakukan oleh petani secara tradisional di sentra produksi Desa Klangon, Kabupaten Madiun dari tahapan pemilihan umbi sampai pengeringan mempunyai kelemahan tebal irisan umbi dan kadar air tidak seragam, tidak dilakukan sortasi berdasarkan umur panen, kondisi pengemasan dan penyimpanan kurang baik. Ketebalan irisan umbi segar antara 6-11 mm, dan kadar air chips kering iles-iles 14-16%.

Lihat Selengkapnya: DISERTASI KISROH DWIYONO-F361090081